Berburu Badai

Sabtu, 12 Februari 2011 Label:
Storm Hunter atau Berburu Badai mungkin masih asing di telinga kita yang notabene tinggal di daerah yang jarang terjadi badai. Namun di negara-negara langganan badai hal ini merupakan hal yang lumrah dan malah menjadi trend wisata baru. Sebuah riset yang dilakukan sejumlah pakar dari University of Missouri menunjukkan bahwa trend “berburu badai” saat ini menjadi topik hangat di kalangan turis mancanegara. Para wisatawan itu mengaku sangat menikmati melihat secara langsung pemandangan tornado dari dekat. Sementara obyek wisata “perburuan badai” menjadi peluang pasar baru yang kian populer dalam dunia pariwisata.

Para peneliti dari Universitas Missouri menemukan bahwa sebagian besar responden survei puas dengan pengalaman berburu badai. Sepertiga dari mereka menyaksikan dan mengalami sendiri tornado, 50 persen melihat awan corong, dan lebih dari 95 persen melaporkan melihat peristiwa atmosfer yang signifikan.

Ron mengatakan aktivitas berburu badai bisa membuat seseorang ketagihan, yang mana dalam hal wisata perburuan badai tidak diragukan perkembangannya.

“Setiap badai berbeda, dan setelah Anda melihat salah satu, Anda ingin melihat satu lagi, dan setiap kali Anda melihat yang lainnya, Anda ingin melihat yang lain dan yang lain.

Pemilik biro perjalanan “Kitchener”, sekaligus seorang ahli masak, Ron Gravelle adalah satu-satunya warga Ontario, Kanada yang mengelola bisnis perjalanan menuju lembah badai “Tornado Alley” dan perusahaanya yang berkantor pusat di Amerika Serikat menawarkan pilihan obyek wisata dengan rute perjalanan melintasi jalur perburuan di sekitar wilayah Oklahoma, Kansas, dan Nebraska.

“Perjalanan semacam ini ibarat permainan yang memacu adrenalin karena Anda tidak mungkin melakukannya sepanjang waktu. Banyak orang di seluruh dunia, menganggap ini kesempatan langka, dan memiliki keinginan kuat untuk pergi kemari melihat badai, “katanya.

Selama beberapa tahun melakukan penelitian terhadap aktivitas badai menggunakan model grafik komputer dan cuaca, Gravelle melakukan prediksinya sendiri. Di antara peralatan yang dipergunakan untuk melacak badai adalah satelit penghubung langsung dan GPS dengan radar yang mampu menjangkau hingga jarak 100 kaki. Namun, untuk bisa menangkap tornado mungkin cukup menyulitkan, paparnya.
Dengan curah hujan dan badai yang begitu besar (kecuali jika Anda berada di sudut pandang yang tepat ke arah badai), meski berada jauh dari hujan, Anda tidak akan mendapatkan pemandangan apapun. Maka untuk melihatnya, jarak Anda harus cukup dekat dan ini sangat berbahaya, namun tatkala Anda berhasil melihatnya akan seperti pemandangan yang sangat mengagumkan dan itu akan selalu Anda ingat seumur hidup. ”

Selama 13 tahun pengejarannya mencari badai di Tornado Alley, Ron telah 250 kali menyaksikan badai dashyat disertai hujan lebat dan angin puyuh yang mencekam dan melihat tornado lebih dari 98 kali. Dari empat klasifikasi badai, jenis supercell adalah yang paling umum dan memiliki potensi yang paling parah.
sumber : epochtimes.co.id

by : http://beritapopulerz.blogspot.com/2010/12/storm-hunter-wisata-baru-penikmat.html

0 komentar:

Poskan Komentar

APA PENDAPAT ANDA TENTANG ISI ARTIKEL DI ATAS..??
Silahkan menulis komentar anda, trims.

 
Blog SIEF © 2010 | Designed by Blogger Hacks | Blogger Template by ColorizeTemplates