TEHNIK MENTAL PICTURE (3)

Jumat, 09 Juli 2010 Label:
Dr Norman V Peale Dalam bukunya “ The positive principle today “ yang disadur kedalam bahasa Indonesia oleh penerbit Gunung Jati dengan judul “ 12 langkah utama prinsip hidup positif” bercerita tentang almarhum Roger Ferger redaktur dan penerbit surat kabar terkenal “ Enquirer” di Cincinati Amerika. Pada suatu hari setelah makan siang bersama tuan Ferger, mereka berhenti didepan gedung penerbitan surat kabar milik tuan Ferger. Ia bertanya : “ bagaimana caranya hingga anda bisa menjadi pemimpin surat kabar terkenal ini. “.

Roger Ferger menjawab” Beberapa tahun yang lalu sebagai seorang anak muda saya berdiri didepan gedung ini juga seperti saat ini. Saya menengok kearah jendela dan melihat seseorang sedang duduk didepan meja tulis. Ia adalah redaktur dan penerbit dari surat kabar ini. Saya membayangkan bahwa yang duduk di depan meja itu adalah saya. Mulai saat itu saya selalu membayangkan saya sedang duduk di depan meja itu memegang jabatan orang itu dan melanjutkan tugasnya. Saya membayangkan diri saya ditempat jabatan orang itu, dan dengan tekun serta sungguh sungguh berikhtiar untuk mencapai jabatan tersebut. Saya percaya dan yakin sepenuh jiwa bahwa saya akan berhasil mendapat jabatan tersebut “

Sekitar tahun 1992 saya pernah mencoba cara yang diceritakan Dr Norman V Peale diatas . Ketika itu saya menjabat sebagai salah satu kepala urusan di PT PLN Distribusi Jaya & Tangerang. Kepala Seksi saya di promosikan menjadi Kepala Cabang di wilayah lain. Jabatannya kosong cukup lama. Setiap pagi saya lihat meja dan kursi kepala seksi saya yang kosong belum ada penggantinya. Saya menginginkan jabatan tersebut. Saya mulai membayangkan diri saya duduk dikursi tersebut sebagai kepala seksi. Kadang kala saya sengaja duduk dikursi itu, dan membayangkan bahwa saya duduk disitu sebagai kepala seksi menggantikan atasan saya yang sudah pindah ke wilayah kerja lain.

Isyu yang beredar ketika itu saya akan dimutasikan ke PLN Cabang Tangerang menjadi kepala Seksi Perencanaan yang ketika itu sedang kosong, karena pejabatnya telah dimutasikan ke kantor Distribusi. Saya juga sempat bertemu teman mantan kepala seksi perencanan di Tangerang itu , ia menyalami saya : “ Kapan ke Tangerang? Kursinya udah kosong tuh! “ Saya hanya senyum kecut, karena saya sangat tidak berminat untuk jabatan itu. Lokasinya terlalu jauh dari rumah saya. Butuh perjuangan berat menempuh perjalan pergi dan pulang dari rumah saya di daerah Bekasi ke Tangerang itu.. Secara mental saya menolak keras jabatan tersebut dan membayangkan diri saya sebagai kepala seksi menggantikan atasan saya yang sudah pindah.

Demikianlah saya terus berjuang secara mental untuk mendapatkan jabatan itu. Saya berusaha bekerja lebih giat. Banyak pekerjan yang seharusnya ditangani kepala seksi saya yang kosong itu, yang saya tangani untuk sementara tentunya dengan seizin atasan saya yang lebih tinggi yaitu kepala bagian. Namun demikian isyu yang beredar kuat ketika itu adalah, jabatan kepala seksi tersebut akan diisi oleh salah satu teman saya yang menjabat kepala seksi di salah satu kantor cabang. Dan saya dimutasikan menjadi kepala seksi perencanan di PLN Cabang Tangerang.

Saya berusaha untuk tidak terpengaruh oleh isu yang beredar kuat itu. Saya tetap yakin dengan gambaran mental saya. Alhamdulillah setelah melalui waktu yang panjang dan keyakinan yang tinggi serta ketekunan berusaha bekerja lebih baik, setelah berlalu setahun akhirnya terbitlah SK Pemimpin yang mengangkat saya sebagai kepala seksi, menduduki jabatan yang kosong itu.

Pada bulan Oktober tahun 2007 yang lalu saya menceritakan pengalaman saya dalam menggunakan tehnik mental picture seperti yang saya ceritakan diatas pada ponakan istri saya Eva dan suaminya. Ia tertarik denga kisah itu, ia ingin sekali memiliki kendaraan mobil Saat itu ia kemana mana sekeluarga bersama 2 orang putrinya yang masih kecil selalu naik kendaraan motor. Kalau cuaca sedang tidak bersahabat ya terpaksa sewa taksi. Ia membayangkan seolah olah sudah punya mobil, kalau sedang naik motor dengan anak anaknya dibayangkan seolah olah kendaraan itu adalah mobil. Ia terus membayangkan hingga sering bermimpi sudah mempunyai mobil.

Disamping itu ia memang sudah menabung untuk mendapat kendaraan itu, namun selalu tidak cocok, beberapa kali ia ke show room tapi selalu gagal. Hingga pada satu ketika adiknya Evi sedang berjalan jalan ke show room bersama temannya. Temannya itu tertarik pada salah satu kendaran yang dijual disitu. Ia ingin membelinya, tapi bagaimana dengan kendaran yang dimiliki sekarang? Saat itu ia memakai mobil Visto. Ia harus menjual kendaraan itu lebih dahulu. Evi teringat pada kakaknya yang ingin memiliki mobil sendiri , ia menawarkan mobil Visto temannya itu pada kakaknya. Ternyata cocok dan awal tahun 2008 ini ia telah memiliki mobil sendiri

Seorang teman pengusaha sukses di Blitar juga pernah menceritakan pengalamannya pada saya. Dahulu ketika masih muda ia sangat ingin memiliki sebuah motor. Ketika itu ia hanya memiliki sebuah sepeda. Ia membayangkan sepeda yang dikendarai itu adalah sebuah motor. Ia memutar mutar pegangan stang sepeda seolah olah pedal gas motor, hingga pegangan stang itu hampir rusak. Beberapa bulan kemudian ia akhirnya mampu membeli sebuah motor seperti yang selama ini dibayangkannya. Saya sampaikan padanya bahwa cara membayangkan tersebut disebut tehnik mental picture. Ia mengatakan bahwa ia tidak pernah tahu dengan teori itu, tapi yang jelas ia sudah beberapa kali mentrapkan metode itu dalam bisnisnya dan berhasil.

Beberapa literatur pada akhir akhir ini menyebut juga tehnik ini dengan sebutan “ law of attraction “ ( hukum ketertarikan ). Fikiran negatif akan menarik unsur negatif demikian pula fikiran positif akan menarik unsur positif mendatangi kita. Dalam Hadist Qudsi Allah mengatakan “ Inni inda dzonni abdi Sesungguhnya Aku tergantung persangkaan hambaKu “. Apa yang selalu terbayang pada fikiran seseorang cenderung untuk menjelma menjadi kenyataan. Banyak orang yang penasaran apakah hukum itu betul berlaku. Saya mendapat teori ini 34 tahun yang lalu dari cerita bapak Darsyaf Rahman (alm) . Setelah banyak mencoba dan mengalami sendiri saya jadi yakin dengan teori ini, pada akhir akhir ini banyak buku membahas masalah ini dengan istilah yang beragam antara lain tehnik berfikir positif, citra diri positif, LOA ( Law Of Attraction).

@www.fadhilza.com

0 komentar:

Poskan Komentar

APA PENDAPAT ANDA TENTANG ISI ARTIKEL DI ATAS..??
Silahkan menulis komentar anda, trims.

 
Blog SIEF © 2010 | Designed by Blogger Hacks | Blogger Template by ColorizeTemplates