TEHNIK MENTAL PICTURE (2)

Jumat, 09 Juli 2010 Label:
Tahun 1982 saya menyelesaikan pendidikan di LPPU-ITB, saya kembali ke Jakarta dan di tugaskan di Distribution Control Centre. PLN Distribusi Jaya & Tangerang. Penghasilan saya tiap bulan boleh dikatakan pas pasan untuk biaya hidup sehari hari. Sulit bagi saya menyisihkan uang untuk menabung.

Saya tinggal di perumahan BTN yang saya cicil tiap bulan bersama teman lain dari PLN dan perusahaan lainnya. Dengan penghasilan pas pasan sulit bagi saya merehab rumah seperti tetangga yang lain. Ujud rumah BTN sampai tahun 1988 masih terlihat asli belum ada perubahan. Rumah type 36 dengan dua kamar tidur, kamar mandi dan dapur. Satu kamar untuk saya dan satu kamar lagi dipakai 3 orang anak saya bersama sama

Tetangga lain sudah banyak yang merehab rumahnya , sehinga bentuk asli rumah BTN nya tidak tampak lagi. Istri saya mengeluh , mengapa saya tidak bisa mencari penghasilan tambahan agar bisa merehab rumah seperti yang lainnya. Kasihan anak anak mereka semakin besar tentu tidak mungkin lagi tidur sekamar bertiga. Saya marah pada istri saya saya katakan kita sudah disekolahkan oleh PLN sehingga mendapat kedudukan yang lebih baik, terima saja apa yang diberikan perusahaan kepada kita tiap bulan. Jangan berfikir macam macam, usahakan hidup dengan penghasilan yang ada.

Sampai pada satu ketika di tahun 1988 saya membeli buku ”Petuah ilmu kerezekian” yang disusun oleh Suroso Orakas, saya terkejut membaca buku tersebut. Saya baru sadar bahwa selama ini saya sudah dipenjarakan oleh fikiran saya sendiri. Dalam fikiran bawah sadar saya tertanam bahwa saya tidak mungkin mendapatkan penghasilan selain dari gaji saya tiap bulan. Saya harus menerima penghasilan bulanan seperti itu. Saya tidak boleh berfikir macam macam.

Saya teringat tehnik mental picture yang pernah disampaikan bapak Darsyaf Rahman beberapa tahun yang lalu. Saya juga baru membaca buku ” Daya ajaib metafisika” (disadur dari ” The Power of Miracle Methaphysics) oleh Robert B.Stone. dan buku “ Keajaiban Daya Prana” (disadur dari The Miracle of Mana Force) oleh Madeleine C Morris yang banyak bercerita tentang tehnik penggambaran mental untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan .

Dari ketiga buku itu saya kembangkan tehnik penggambaran mental untuk merubah keadan hidup saya. Saya berusaha membebaskan diri dari penjara fikiran bawah sadar yang mengatakan bahwa saya tidak mungkin mendapatkan penghasilan selain dari gaji yang saya terima tiap bulana. Saya tanamkan dalam fikiran saya bahwa Allah memberi saya rezeki berlimpah dari segala penjuru. Setiap selesai sholat saya bayangkan uang yang banyak berlimpah diatas sajadah tempat saya sholat . Saya nikmati bayangan uang tersebut , saya rasakan nikmatnya memiliki uang berlimpah. Kemudian saya sujud sambil mengucapkan“ Terimakasih ya Allah atas semua nikmat yang kau berikan ini” . Selama sujud saya rasakan kebahagiaan mengalir diseluruh tubuh saya. Saya betul betul merasakan nikmatnya mempunyai uang banyak , dan saya berterima kasih kepada Allah yang memberi rezeki berlimpah walaupun pada kenyataan nya hidup saya pas pasan dan uang itu tidak ada.

Demikian kegiatan itu saya lakukan sampai beberapa bulan. Istri saya mentertawakan saya dan mengatakan saya gila. Beberpa bulan kemudian terjadi peristiwa yang merubah kehidupan saya. Pada suatu hari saya didatang seorang teman yang sudah lama tidak bertemu, ia minta bantuan saya mengurus penambahan daya listrik pada salah satu pabrik dikawasan Tangerang. Dalam perjalan ke Tangerang ia menceritakan bahwa ia punya bengkel listrik yang memproduksi bank kapasitor untuk memperbaiki factor daya listrik pada bangunan gedung atau pabrik . Ia minta bantuan saya untuk memasarkan bank kapasitor itu pada konsumen PLN yang factor dayanya rendah sehingga dikenakan biaya KVARH.

Saya teringat bahwa dalam rangka penekanan susut PLN baru saja membagikan bank kapasitor pada pelanggan di Jakarta secara gratis untuk memperbaiki factor daya . Namun dengan keluarnya TDL baru pada tahun 1986 program itu tidak dilanjutkan tapi pemasangan kapasitor diserahkan pada pelanggan masing masing. PLN hanya menggalakan pemasangan KvarH meter di pelanggan besar sehingga kelebihan penggunaan daya Kvar (Reaktif) pada pelanggan bisa terukur dan ditagihkan oleh PLN. Factor Daya pelanggan listrik tidak boleh dibawah 0,86, jika dibawah itu pasti akan terkena biaya KvarH .

Saya tertarik dengan penawaran teman saya itu. Saya cari data pelanggan yang terkena denda KvarH. Sebuah hotel dikawasan Ancol saya dapati Factor dayanya cukup buruk sehingga ia harus membayar tagihan listrik Rp108 juta perbulan. Jika ia memasang Kapasitor saya perkirakan dengan penggunaan beban yang sama ia hanya membayar 100 juta perbulan hingga ia bisa menghemat biaya Rp 8 juta perbulan. Saya datangi bagian tehnik nya saya jelaskan cara kerja kapasitor dan penggunaannya serta hasil yang akan didapat jika mereka memasang kapasitor tersebut. Saya tawarkan pemasangan kapasitor sebanyak 4 unit dengan total harga Rp 64 juta. Saya perhitungkan dalam tempo 8 bulan investasi mereka akan kembali, itupun dibayar dengan selisih penurunan listrik bulanan.

Mereka setuju dua bulan setelah dipasang kapasitor tagihan listrik mereka betul turun dari sekitar Rp108 juta menjadi Rp100 juta perbulan. Mereka bisa menggunakan selisih pembayaran itu untuk menggangsur pembayaran kapasitor.

Saya terus mencari pelanggan lain yang factor dayanya buruk , akhirnya saya dapatkan salah satu pabrik dikawasan Tangerang yang biaya KvarHnya cukup tinggi. Ia membayar listrik Rp 360 juta perbulan saya perkirakan jika mereka memasang kapasitor bisa menekan biaya sekitar Rp 60 juta. Saya tawarkan 2 unit bank kapasitor seharga Rp 120 juta. Setelah saya jelaskan mereka bisa menerima tawaran saya . Perhitungan saya tidak meleset dalam tempo 2 bulan investasi mereka telah kembali.

Dari pekerjaan menjual kapasitor kebeberapa tempat itu saya mendapat penghasilan tambahan yang sangat lumayan, saya bisa membeli mobil baru dan merehab rumah sejak itu saya terbebas dari kesulitan finansial, walaupun gaji saya pas saja untuk kehidupan sehari hari. Namun Allah bisa mendatangkan rezeki dari tempat yang tidak kita duga. Sejak itu saya bebaskan diri saya dari penjara fikiran yang membelenggu saya dan memenjarakan saya dalam keterbatasan finansial. Alhamdulillah sejak itu saya merasakan kelapangan hidup.
@www.fadhilza.com

0 komentar:

Poskan Komentar

APA PENDAPAT ANDA TENTANG ISI ARTIKEL DI ATAS..??
Silahkan menulis komentar anda, trims.

 
Blog SIEF © 2010 | Designed by Blogger Hacks | Blogger Template by ColorizeTemplates