Sukses dg Law of Attraction

Jumat, 23 Juli 2010 Label:
Rasulullah SAW bersabda: Allah berfirman: "AKU tergantung persangkaan hamba-Ku pada diri-Ku, dan Aku bersamanya apabila ia mengingat-Ku."
~ H adits Qudsi dlm beberapa redaksi ~

Law of Attraction & the Secret tidak manjur?

Mereka yang masih terus mencari karena ingin selalu meningkatkan taraf hidup dan kesuksesan mereka atau istilah kerennya disebut "the Seekers" (alias Para Pencari), pasti sudah pernah mendengar tentang the Law of Attraction (atau Hukum Ketertarikan atau Hukum Tarik Menarik), yang singkatnya mendiktekan bahwa apa yang kau pikirkan dengan fokus itulah yang akan kau tarik masuk dalam hidupmu.

Siapa yang belum pernah mendengar tentang LOA, coba, apalagi setelah terbitnya film dan buku "the Secret" yang menyebar pesat ke seantero dunia dan menjadi satu trend dan dibahas di mana-mana? Ribuan buku telah ditulis tentangnya, ribuan TV show digarap berdasarkannya, dan jutaan website menulis tentangnya.

Tetapi anehnya, di negara asal "the Secret" sendiri, yaitu Amerika Serikat, kondisi justru merunyam hanya dua tahun sesudah lahirnya the Secret. Krisis ekonomi dahsyat menerjang negara superpower ini dan imbasnya menyebar ke seluruh penjuru dunia pula. Krisis yang mengakibatkan jutaan manusia kehilangan pekerjaannya.

Sementara di belahan bumi lainnya, kondisi runyam juga terus terjadi, termasuk di negara kita ini.

Ironis, bukan? Karena the Secret mengajarkan tentang satu hukum alam yang bisa menjadi kunci ampuh pembuka segala macam jenis kesuksesan bernama the Law of Attraction.

Jadi di mana salahnya?

Apakah the Law of Attraction itu bohongan? Ataukah yang diajarkan di the Secret itu hanya konspirasi untuk menghasilkan keuntungan ekonomi bagi pembuatnya saja?

Kalau kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan dan fokuskan dengan pikiran kita, maka mana mungkin kan ada orang menginginkan keburukan, jadi kenapa yang tertarik ke dalam hidup mereka keburukan?

Sebenarnya apa yang terjadi?

Jawabnya: ternyata tidak banyak manusia yang benar-benar paham akan cara kerja hukum Ketertarikan ini.

Ya, the Law of Attraction atau kita singkat menjadi LoA / LOA adalah sebuah hukum alam yang usianya sudah setua alam raya ini, tetapi telah ribuan tahun pula rahasia ini tidak banyak dipahami manusia.

Jadi tidaklah mengejutkan kalau sekarangpun, walau telah pernah membaca dan mendengar tentangnya, masih juga kita tidak semuanya dan sepenuhnya paham akan LOA.

Sebuah kitab klasik kuno dari India "Bhagavad Gita" pernah menyindir:

"Banyak kunci rahasia hidup yang telah diajarkan sejak zaman dahulu kala, dan telah menjadi bagian kehidupan manusia dari masa ke masa. Tetapi mereka tidak disebut sebagai RAHASIA tanpa alasan. Kunci sukses tersebut disebut RAHASIA bukan karena hal-hal ini tersembunyi, tetapi karena sampai kapanpun hanya akan ada sedikit orang yang siap, bisa dan bersedia mendengar atau mengetahuinya."

Jadi wajar kalau banyak yang tidak juga paham tentang the Secret karena memang ia itu a secret.

Nah, the Law of Attraction atau LOA ini adalah bagian dari sekian banyak Hukum Alam yang pelan tapi pasti mulai bisa dipahami manusia.

the Law of Attraction (LoA / LOA) adalah sebuah hukum alam yang usianya sudah setua alam raya ini, dan telah ribuan tahun pula rahasia ini tidak banyak dipahami manusia.

Karena itulah ia disebut "the Secret".
Hukum Alam atau the Universal Laws atau Hukum Semesta atau the Laws of the Universe atau Hukum Tuhan atau Sunatullah, (semua istilah ini sama maknanya, merujuk ke hal yang sama alias sinonim), singkatnya, adalah sekumpulan Hukum Alam yang disertakan Tuhan pada saat penciptaan sebagai Operating System Jagad Raya ini.

Ibaratnya alam raya ini sebuah komputer, the Laws of the Universe itulah yang menjalankan fungsi-fungsi khususnya. Mirip Operating System (OS) sebuah komputer yang membuatnya bisa digunakan untuk menghitung, membaca, menulis, mencari, berhubungan dengan dunia luar, dunia maya dan sebagainya.

Dari sekian banyak hukum alam itu, banyak yang belum dipahami manusia sepenuhnya, karena banyak yang tidak bersifat fisik, atau hukum yang mengatur benda fisik yang bisa dengan mudah diobservasi untuk menemukan kebenarannya (Hukum Fisika), seperti hukum Gravitasi misalnya.

Banyak hukum yang mengatur aspek spiritual alam raya ini dan kehidupan manusia di dalamnya. Dan inilah yang sedikit pelik dan sulit dipahami manusia.

LOA sebagai salah satu hukum-hukum ini, merupakan salah satu yang paling penting untuk kita pahami bila kita menginginkan kesuksesan yang hakiki.

Cuma sayangnya, LOA masuk ke bagian hukum alam yang agak pelik untuk dipahami tadi.

Bila dibicarakan terlalu dalam akan rumit, sementara bila disederhanakan, bisa hilang unsur-unsur tertentunya, sehingga pemahaman yang didapat juga kurang tepat atau akurat.

Bisa jadi inilah penyebab kenapa the Secret, yang sebenarnya baru merupakan perkenalan saja dengan LOA, kurang berhasil membawa dampak bagi kebanyakan orang. LOA cenderung ditinggalkan lagi, karena dianggap kurang efektif.

Satu contoh kecil bukti nyata banyaknya mereka yang tidak paham tentang LOA ini bahkan sesudah menonton dan membaca the Secret (apalagi yang belum pernah ya?) adalah masuknya beberapa email ke inbox saya yang menanyakan, "Apakah LOA itu tidak bertentangan dengan Islam?"

Ya, pembaca banyak hal yang harus diluruskan tentang the Law of Attraction ini, karena sesungguhnya hukum ini bisa menjadi alat super ampuh Anda untuk menikmati sukses, bila Anda benar-benar memahami dan tahu cara menggunakannya.

Dan inilah tujuan pelajaran berikut ini, untuk menjelaskan secara gamblang dengan bahasa yang sangat-sangat sederhana tentang apa itu LOA dengan menggunakan analogi (ibarat) yang sangat sehari-hari sehingga bisa mudah dimengerti siapapun dan dipahami pula cara kerjanya dalam membantu terwujudnya semua impian sukses manusia.

Saya akan memakai sebuah cerita pendek untuk menjelaskan tentang the Law of Attraction (LOA), dan bagaimana cara kerjanya dalam memungkinkan Anda mendapatkan semua impian sukses Anda.

Sebuah cerpen berjudul:
LOA di sebuah RUMAH MAKAN PADANG

Di sini saya akan memakai tokoh Pak Amir. Seorang lelaki biasa saja yang pada suatu hari merasa lapar dan ingin makan.

Maka Pak Amir pun pergi ke sebuah Rumah Makan Padang untuk membeli makanan.

Tetapi rupanya ada satu masalah. Ketika dia sampai di depan konter, dia tidak tahu pasti apa yang ingin dimakannya.

Hampir semua jenis makanan ada di situ, dan semua tampak begitu menggiurkan, Pak Amir tidak tahu harus memilih yang mana, karena jelas dengan kapasitas lambung yang terbatas, dia tidak akan bisa memakan terlalu banyak pilihan makanan.

Dia harus memilih. Dan dia harus memilih dengan cepat, si pelayan sudah menunggu, begitu juga beberapa orang yang sedang antri di belakangnya untuk memesan.

"Mau makan apa, Pak?" tanya si pelayan menyadarkannya dari lamunan.

Tergagap-gagap karena belum tahu hendak memilih apa, Pak Amir menjawab, "Apa aja deh, pokoknya yang enak."

Si pelayan bengong, "Tapi semua di sini dijamin enak Pak. Bapak sebenarnya mau makan apa?"

"Saya bingung, nih, mau makan apa. Terserah mbak, deh. Pokoknya saya mau makan, karena saya sudah lapar banget nih. Cepet ya."

Si pelayan yang tidak habis pikir dengan keeksentrikan pelanggan barunya ini dengan cepat mengambilkan sepiring nasi dan sepotong tempe serta sesendok sambal lalu menyerahkannya ke Pak Amir.

Kemudian dengan cepat pula dia mempersilahkan Pak Amir minggir karena pelanggan di belakangnya yang sudah menunggu harus segera ganti dilayani.

Pak Amir duduk dengan sebal. Dia lapar, tetapi kebetulan dia tidak terlalu suka sambal atau tempe. Dan si pelayan hanya mengambilkan dua macam lauk itu saja untuknya. Menyebalkan sekali, pikir Pak Amir. Tetapi dia sadar bahwa itu salahnya sendiri karena dia tadi toh bilang "Terserah Mbak aja deh."

Maka kemudian dia berdiri lagi untuk mengantri, saat ini dia sudah memutuskan untuk memilih sendiri menunya, agar pas dengan seleranya.

Akhirnya, gilirannya tiba lagi.

Si pelayan lagi-lagi bertanya, "Ya Pak, mau makan apa?"

"Eh ... kayaknya rendang daging, tetelan dan jerohan itu enak banget ya, mbak. Saya mau itu, tapi saya gak ingin tambah berat badan atau naik kolesterol, nih, gimana dong."

Lagi-lagi si mbaknya bengong.

"Jadinya, Bapak mau makan yang mana?"

"Saya ingin rendang daging, tetelan dan jerohan itu. Tapi saya tidak mau kolesterol saya naik, ya. Bisa gak?"

"Wah, Pak, saya sih cuma ngambilin makanan di sini. Saya gak ngerti soal itu. Bapak sebenarnya mau makan apa, sih?"

"Ya, udah deh, kasih saya rendang itu, lengkap. Gemuk, gemuk deh, kolesterol naik, bodo' deh. Biarin aja lah," omel Pak Amir pada diri sendiri sambil memutuskan.

Setelah menerima makanannya, Pak Amir duduk untuk mulai makan.

Tetapi dia merasa sangat bersalah dengan apa yang telah dipilihnya sendiri. Dia tahu dia tidak seharusnya memakan makanan jenis seperti ini demi kesehatannya sendiri.

Jadi setelah beberapa suap, dia berdiri lagi dan kembali mengantri ke depan konter.

Kali ini dia sudah memutuskan untuk meminta makanan yang lebih sehat dan bersahabat dengan badannya yang sudah separoh baya.

"Mbak, saya mau ganti pesanan deh. Saya mau makan gado-gado saja, ada? Itu jauh lebih sehat daripada rendang," ucapnya dengan yakin kepada si pelayan begitu mendapat giliran.

"Baik, pak. Ada. Tetapi, Bapak harus menunggu sebentar ya, karena menu gado-gado itu menu special, hanya dibikinkan berdasar permintaan supaya selalu segar (Ya, iyalah, ini juga kan Warung Padang, gitchu, masa' pesan gado-gado, ada-ada aja Pak Amir ini). Jadi silahkan duduk dan mohon tunggu sebentar, ya," kata si pelayan.

Pak Amir membayar, lalu duduk, menunggu pesanan sepesialnya. Tidak lama kemudian dia menjadi tidak sabaran, karena setiap kali ada pengantar makanan keluar dari dapur, yang mereka bawa bukan pesanannya, tetapi pesanan orang lain.

Dia mulai berpikir jangan-jangan dia tertipu, sebenarnya mereka tidak punya menu gado-gado.

Dia juga mulai kesal karena rasa lapar yang mengganggunya, "Mereka tidak tahu apa aku sudah sangat lapar sekali?".

Beberapa menit berlalu, dan gado-gadonya belum muncul juga. Maka kekesalannya pun naik ke kepala.

Dengan garang dia mendatangi konter dan menggebrak meja di sana dengan marahnya.

"Mana pesanan saya. Saya itu sudah lapar. Saya mau makan gado-gado sekarang. Mana, mana makanan saya? Sebenarnya kalian ini becus kerja apa gak? Atau, jangan jangan kalian mau menipu saya, gak jualan gado-gado aja bilangnya ada?" Begitu omel-nya panjang lebarnya.

Si pelayan dengan tenang menjawab, "Bapak bilang ingin makan, tapi dari lagak bapak, kayaknya bapak ingin cari gara-gara," katanya sambil berteriak memanggil dua orang satpam rumah makan tersebut yang bertubuh kekar.

Mereka kemudian mengusir paksa Pak Amir dengan ancaman akan dipanggilkan polisi kalau terus membuat keributan.

Maka Pak Amir pun terusir dari warung itu dengan perut masih keroncongan.

Rencananya untuk makan siang dengan enak dan tenang tidak tercapai.

Tetapi dia belajar banyak hal dari pengalamannya itu dan tahu harus bagaimana lain kali.

Maka, keesokan harinya, kembalilah dia ke rumah makan tadi. Kali ini, dengan tenang dia mengantri, dengan yakin dia menyebutkan pilihannya, membayar, lalu duduk dengan sabar menunggu pesanannya diantarkan.

Ketika menunggu itu Pak Amir melihat bahwa ternyata banyak juga pengunjung lain yang sedang memakan gado-gado, sama seperti pilihannya.

Ini membuat dia yakin bahwa benar gado-gado istimewa yang sehat yang telah dipesannya tadi akan bisa dia dapatkan.

Dia menunggu sambil membayangkan betapa nikmatnya makan makanan yang benar-benar diinginkannya dan yang dia tahu baik untuk kesehatannya, sehingga tanpa terasa waktu berlalu, dan tiba-tiba seorang pelayan telah muncul di depannya dengan makanan yang telah dinanti-nantikannya. Makanan lezat penuh sayuran hijau yang tidak bakal menyumbat arterinya.

Maka makanlah Pak Amir dengan bahagia.

Tamat. Fin. The end.
source : www.suksestotal.com

0 komentar:

Poskan Komentar

APA PENDAPAT ANDA TENTANG ISI ARTIKEL DI ATAS..??
Silahkan menulis komentar anda, trims.

 
Blog SIEF © 2010 | Designed by Blogger Hacks | Blogger Template by ColorizeTemplates