Reality is Better Than Dreams

Rabu, 14 Juli 2010 Label:
Seorang teman facebook (sebut saja namanya Ibu Anna) pernah menulis e-mail kepada saya. Ia mengajukan sebuah pertanyaan: "Kapan sih kita tahu kalau kita sudah sukses? Sampai saat ini saya sudah dikaruniai 3 orang anak dan saya sudah mencapai usia 50 tahun tapi saya masih belum bisa melepas kerja dan selalu ingin bekerja terus sampai malam?"

Apa yang dikerjakannya, sehingga selalu merasa kekurangan waktu? Ternyata dia adalah seorang pemilik bisnis network marketing atau MLM atau apapun namanya yang penting ada up-line, ada down-line dan memberikan komisi atau bonus atau profit sharing atau apapun namanya secara berjenjang. Yang dijual ibu Anna adalah sebuah sistem untuk sukses dengan modal sangat kecil (biasanya sekitar 100 ribu) dan produk-produk eksklusif (yang mahal dan tidak dijual di tempat lain).

Blow Your Own Horn.

Tiuplah Terompet Anda Sendiri. Untuk bisa sukses di bisnis ini, seorang anggota perlu mengonsumsi produk yang dijualnya sendiri agar product knowledge bisa dikuasai lebih baik dan akan lebih mudah meyakinkan calon anggota baru dengan pengalaman pribadinya sendiri. Berikutnya dibuatlah serangkaian testimonial untuk lebih cepat meyakinan calon anggota baru. Testimonial ini bisa berasal dari ceritanya sendiri (own success story) atau cerita sukses dari up-line dari jenjang yang tinggi atau tertinggi (million dollar round table atau semacam itulah istilahnya) atau cerita sukses dari pakar yang telah menemukan solusi dari mengkonsumsi suatu produk yang sedang dipresentasikan.

Kelompok network marketing ini menciptakan rumor produk atau word-of-mouth-nya sendiri melalui event-event yang diselenggarakan mayoritas setelah jam kerja. Event malam hari ini (biasanya diberi nama: success seminar, road to success seminar, high achievers seminar, action boot-camp, dsb) digunakan untuk meyakinan atau merekrut anggota baru sekaligus memotivasi para anggota lama lainnya untuk terus menjual lebih banyak dan lebih banyak lagi, dan merekrut anggota baru lagi.

Cara up-line memotivasi, biasanya adalah dengan menegaskan lagi mimpi sebuah keluarga: rumah mewah, sedan mewah, jalan-jalan ke luar negeri, bekerja santai tanpa ikatan waktu, dsb.
Jadi pantas saja ibu Anna belum merasa sukses karena sampai saat ini dia masih harus memotivasi down-line-nya dalam seminar-seminar yang dilaksanakan malam hari. Waktu luangnya di malam hari beserta keluarga harus direlakan untuk seminar ini. Kegiatan ini jadi rutinitas yang lama-lama tanpa terasa akan jadi ritual wajib untuk selalu memberikan motivasi atau membakar motivasi sukses anggota network marketing-nya. Bila anggotanya termotivasi omset bisnisnya akan naik, bila tidak... akan terjadi sebaliknya.



Pada titik inilah biasanya seorang manusia tidak akan pernah puas. Untuk lebih banyak lagi dapat anggota baru, untuk lebih meningkatkan lagi pendapatan sales, untuk lebih memperbanyak profit, untuk mencapai impian setinggi langit. Untuk terus berusaha maksimal, untuk lebih agresif lagi menjual, untuk lebih gesit lagi mempengaruhi prospek. Jadi impian untuk sukes dengan cara ini tidak aka ada habisnya karena sifat manusia yang tidak pernah puas. Sampai suatu saat fisik kita sudah tidak kuat lagi. Lemas, sakit, lalu mungkin saja stroke! Bila ini terjadi artinya game over, semuanya berakhir sampai di sini, semua usaha yang Anda kerjakan tidak bisa Anda nikmati sendiri.

Jadi buat apa Anda bekerja keras bila anda akhirnya tidak bisa menikmati hasilnya? Artinya selama ini Anda hanya hidup dalam dunia yang penuh mimpi indah yang belum bisa Anda nikmati karena terus fokus pada keinginan yang tidak pernah berhenti.

You know when you are successful is when you can't fall asleep because reality is finally better than dreams.

Bila malam hari Anda masih suka bekerja, bila malam hari Anda segan untuk segera tidur karena masih memikirkan bisnis, itu artinya Anda sudah sukses! Itu artinya realitas hidup Anda sudah lebih baik dari dunia mimpi. Apabila Anda setuju dengan saya, maka sebenarnya Ibu Anna sudah sukses; buktinya dia lebih suka bekerja sampai larut malam dari pada segera tidur. Mimpi Ibu Anna sudah menjadi realita. Sayangnya Ibu Anna belum menyadari hal ini dan masih terus mengejar mimpi dan menanamkan mimpi-mimpi pada anggota baru network marketing-nya.

Realitas Lebih Baik dari Impian

Gantungkanlah impianmu setinggi bintang di langit. Itu mindset lama! Memiliki beberapa mimpi kecil yang realistis dan mudah diwujudkan menurut saya lebih baik dari pada memiliki satu mimpi besar yang muluk-muluk. Mimpi kecil biasanya lebih spesifik, lebih realistis, lebih mudah diraih, dan keberhasilannya lebih mudah diukur. Bila Anda berhasil mewujukan beberapa mimpi kecil itu, hasilnya kalau digabungkan mungkin lebih baik dari pada satu mimpi besar yang belum tercapai!


"Menjadi orang sukses di keluarga dan di bisnis," adalah impian besar yang tidak spesifik dan susah dicapai, karena kapan saat impian itu tercapai biasanya Anda tidak tahu. Bandingkan dengan "Memiliki mobil Alphard warna hitam sebelum Desember 2010," adalah impian kecil yang spesifik dan lebih realistis untuk dicapai.

"Memiliki rumah kedua sebuah condominium di pusat bisnis Jakarta Barat pada tahun 2011;" adalah impian kecil selanjutnya, atau "Tahun ini menyekolahkan anak di universitas ternama di Hong Kong;" atau "Setiap akhir tahun ikut tour ke luar negeri bersama keluarga." Bila mimpi-mimpi kecil itu digabungkan ternyata menjadi ciri orang yang sukses di bisnis dan keluarga, menjadi sebuah mimpi besar.

Is Work Hard Your Character?

Apakah Anda mempunyai karakter seorang pekerja keras? Adalah baik Anda mempunyai mimpi, tapi realitas dari mimpi itu adalah usaha anda sendiri untuk mewujudkannya. Siapa lagi? Bukan orang lain, bukan keyakinan Anda, dan bukan juga Tuhan yang mewujudkannya. Anda sendiri, upaya Anda sendiri dan usaha Anda sendiri. Do your best and God will do the rest. Dalam usaha Anda itulah, Tuhan akan memberikan berkat. Terus menerus terbuai dalam dunia mimpi tidak akan membuat Anda jadi lebih maju dan lebih sukses. Yang akan membuat Anda sukses adalah usaha Anda sendiri untuk berbuat lebih baik dan lebih baik lagi di masa depan. Lupakanlah sejenak dunia mimpi anda, hadapilah realita hidup ini. Realita adalah hari ini. Lakukanlah sesuatu yang berarti karena yang Anda lakukan hari ini akan menentukan apa yang akan Anda dapatkan di masa yang akan datang. Selamat mencoba.

* tulisan ini pernah dimuat di Majalah Motivasi LuarBiasa edisiJuni 2010, hlmn 60-61.
___________
Drs. Mukti Wibawa, MBA
Inspirational Business Motivator & Marketing Consultant

www.facebook.com/mukti wibawa
mukti@consultant.com

source : www.andriewongso.com/awartikel-3486-Artikel_Tetap-Reality_is_Better_Than_Dreams?utm_source=twitterfeed&utm_medium=facebook

0 komentar:

Poskan Komentar

APA PENDAPAT ANDA TENTANG ISI ARTIKEL DI ATAS..??
Silahkan menulis komentar anda, trims.

 
Blog SIEF © 2010 | Designed by Blogger Hacks | Blogger Template by ColorizeTemplates