Rahasia Sukses Terbesar 2

Jumat, 23 Juli 2010 Label:
Rahasia Sukses Terbesar: Memberi
What I know for sure is that what you give comes back to you.
Yang aku tahu dengan pasti adalah bahwa apa yang kau berikan (kepada siapapun) selalu kembali kepada-mu lagi.
~ Oprah Winfrey ~

Jadi bagaimana ceritanya memberi bisa membuat Anda kaya, sukses dan bahagia?

Bagaimana memberi ini adalah rahasia sukses terbesar yang mungkin bisa Anda terapkan saat ini juga?

Apapun jenis memberi yang Anda lakukan (Baca tentang jenis-jenis memberi di sini), ia benar-benar akan menjamin kesuksesan Anda.

Ini karena paling tidak ada dua Hukum Semesta atau Hukum Tuhan (Universal Laws) yang bernama Law of Reciprocation dan Law of Multiplication yang berkolaborasi di belakang MEMBERI, dan membuatnya menjadi satu senjata paling ampuh meraih kekayaan dan rahasia sukses terbesar.

Law of Reciprocation menggariskan bahwa kita pasti akan mendapatkan balasan dari semua yang kita perbuat, dan ini termasuk mendapatkan 'imbalan' dari apa yang kita berikan ke orang lain.

Sementara Law of Multiplication mendiktekan bahwa semua yang kita lakukan tadi balasannya dilipat-gandakan.

Beberapa kitab suci berbeda menyebutkan angka yang berbeda pula untuk jumlah balasannya. Ada yang mengatakan balasannya 7 kali lipat, 10 kali lipat, dan bahkan ada yang menyatakan sampai 700 kali lipat.

Bagi pembaca Muslim, silahkan merujuk ke Surat Al-Baqarah, umpamanya. Di situ, banyak sekali tuntunan dan perintah untuk memberi dan bahwa imbalan untuk pemberian kita bisa mencapai 700 kali lipat. (Antara lain di ayat ke 245, ke 261, dan 265).

Pernah juga saya baca sebuah kisah dalam kumpulan Hadits Bukhori-Muslim, bahwa Rasulullah Muhammad SAW, pernah menegur seseorang yang berpuasa sunah (bukan wajib) selama satu bulan penuh. Beliau menyebutnya sebagai sesuatu yang berlebihan. Menurut Rasulullah, cukuplah berpuasa seperti itu tiga hari saja dalam sebulan, karena imbalan semua hal baik yang kita lakukan adalah 10 kali lipatnya. Jadi tiga hari puasa itu sudah sama dengan satu bulan (30 hari) puasa esensinya.

Selain ini, masih banyak lagi ajaran serupa, bahwa, berlaku ganjaran berlipat-lipat, paling tidak 10 kali lipat akan semua yang kita perbuat. Saya yakin, di ajaran agama lainpun prinsip seperti ini ada, karena hukum ini adalah hukum universal.

Imbalan 10 kali lipat
Nah, untuk kepentingan kepraktisan penerapan, kita akan berpegang pada asumsi imbalan 10 kali lipat untuk MEMBERI. (Maksud saya menghitungnya akan lebih mudah bila dikalikannya dengan 10).

"Lho, menghitung apa? Masa memberi kok lalu dihitung-hitung imbalannya. Mana bisa hitung-hitungan begitu?" Mungkin begitu tanya Anda. Betul?

Jawab saya, di sini saya memang akan mengajarkan sedikit konsep bagaimana MEMBERI bisa menjadi alat pencapai kekayaan. Jadi sedikit perhitungan perlu dilakukan untuk memperjelas maksud saya tersebut.

Seperti saya bilang di atas, mulai sekarang mari kita beroperasi dengan memakai asumsi dasar bahwa kita akan mendapat balasan 10 kali lipat dari apapun yang kita lakukan atau berikan, dan kita akan sebut hukum ini dengan 'The LAW OF TENFOLD RETURN' (atau hukum imbalan 10 kali lipat).

(Bila Anda ingin mempercayai bahwa imbalannya jauh lebih besar dari ini, tidak masalah. Saya cuma hendak mengambil sisi praktisnya saja).

Nah karena memberi pasti berakibat kita mendapat imbalan 10 kali lipat, maka inilah kunci sukses dan kaya yang sesungguhnya. Bukan kerja keras atau rajin menabung.

Bagaimana penjabaran akan hal ini, silahkan teruskan membaca.

Kesalahan Besar Bertahun-tahun

Mudah-mudahan Anda tidak terjebak kesalahan seperti yang pernah saya lakukan dulu selama bertahun-tahun.

Karena dibesarkan di keluarga yang pas-pasan perekonomiannya, kondisi kekurangan uang bukanlah sesuatu yang asing bagi saya. Singkat cerita, kondisi ini membuat saya memiliki 'mentalitas miskin' (atau poverty consciousness atau poverty mentality) di mana saya merasa selalu kekurangan dan takut tidak pernah cukup.

Saya tumbuh menjadi orang yang cenderung 'pelit' karena merasa tidak punya. Saya selalu takut memberi, takut meminjamkan, takut berpisah dengan uang atau apapun hak miliki saya.

Saya pintar sekali mencari alasan untuk tidak memberi, dengan dalih saya sendiri dalam kondisi lebih membutuhkan. Dan mungkin memang betul. Sayalah orang paling miskin di dunia dengan cara berpikir seperti itu.

Karena, ternyata semakin saya mencoba menahan uang yang saya miliki, entah dengan menyimpannya, menabungkannya, menghitung-hitungnya, menahan diri tidak membeli apa-apa walau sangat menginginkannya, atau selalu membeli barang termurah kalau memang harus, itu semua justru semakin mengantarkan saya ke jurang kemiskinan.

Parahnya lagi, saya pun takut memberi sedekah atau infaq atau sekedar bantuan/sumbangan. Saya selalu berpikir, "Lha, keluarga saya saja kekurangan kok malah memberi orang lain."

Setiap tahun zakat yang saya bayarkan hanyalah zakat fitrah yang cuma beberapa kilo beras itu. Zakat harta?

Kan saya punya alibi, harta saya belum memenuhi batas yang harus dizakati. Setiap ada yang meminta sumbangan, pikiran saya negatif, berprasangka bahwa uangnya bisa jadi akan diselewengkan, sehingga saya memilih untuk tidak menyumbang.

Demikian bertahun-tahun. Dan bertahun-tahun itu pula hidup saya seperti itu, tidak berubah. Begitu terus, miskin terus. Hidup dari satu gajian ke gajian berikutnya. Di tengah bulan gaji sudah habis dan bahkan harus cash bon atau meminjam gaji bulan depan.

Setiap pengeluaran yang dianggap pemborosan selalu menimbulkan keributan dan pertengkaran, membuat suasana rumah tangga gerah. Alangkah malangnya nasib orang miskin yang juga memiliki "mental miskin" pula seperti saya ini.

Sampai suatu hari, saya menemukan buku berjudul 'THE GREATEST MONEY MAKING SECRET IN HISTORY' karya Joe Vitale, yang dibagikan gratis di internet.

(Anda pasti tahu, orang yang selalu merasa kekurangan uang seperti saya ini, pikirannya pasti tidak akan pernah berhenti berputar mencari cara mendapat uang lebih banyak lagi.) Jadi judul bukunya 'RAHASIA CARA MENDAPATKAN UANG TERBESAR DI DUNIA' ini pastilah menarik perhatian saya. Apalagi karena gratisan pula.

Ternyata, tidak seperti dugaan saya. Buku itu tidak mengajarkan 'satu formula bisnis' konvensional seperti yang saya bayangkan.

Sebaliknya, buku itu mengajarkan sesuatu yang menjungkir-balikkan semua yang selama ini saya percaya dan lakukan. Betapa malunya saya membaca buku itu, tapi sekaligus seperti kepala saya diputar, untuk ditunjukkan, ke arah benda yang selama ini saya cari di arah yang salah.

Memberi, ini yang membuat Anda kaya

Ternyata, uang itu seperti aliran susu ke dalam gelas yang memiliki batas volume. Katakan batasnya 300 cc, setelah terisi sejumlah itu, maka gelas itupun telah penuh, dan tidak bisa diisi lebih banyak lagi.

Kalau sesudahnya, susu dalam gelas tersebut disimpan saja agar awet, maka kita tidak akan bisa mengisikan lagi susu segar yang baru ke dalamnya.

Bahkan, bila tidak juga diminum, disayang sayang dan disimpan-simpan, susu yang ada di dalamnya akan basi dan akhirnya malah terbuang sia-sia.

Inilah perumpamaan orang yang sungguh takut berpisah dengan uangnya, entah dengan alasan apapun, yang akhirnya malah kehilangan kesempatan menikmati kehidupan ini.

Bukankah sebagai orang beriman kita percaya pada hukum-hukum Tuhan? Tuhan sudah berjanji memberikan imbalan pada semua pemberian kita bukan? Apa yang membuat kita takut memberi, segawat apapun itu situasi keuangan kita?

Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya pahala/imbalan sepuluh kali lipat amalnya.
~ Qur'an: Surat Al An'am: 160 ~

Bukankah kita percaya bahwa kekayaan Tuhan, Yang Maha Kaya, Sang Pencipta Alam Raya ini tidak terbatas? Setiap saat gelas kita kosong, kita bisa minta Tuhan untuk terus mengisikannya kembali. Dan Tuhan pasti mengisinya kembali, Dia sudah berjanji.

Bahkan ketika Tuhan melihat bahwa gelas 300 cc tadi rupanya tidak cukup memenuhi kebutuhan kita yang suka sekali minum susu dan dengan rajin menghabiskan setiap gelas yang diberikan-NYA ke kita, Tuhan pasti akan segera menggantikan gelasnya dengan yang berdaya tampung lebih besar lagi.

Kita bisa terus menikmati susu segar kita, setiap saat, asal kita tidak takut bahwa kita tidak akan mendapat jatah susu lagi. Tidak perlu disimpan-simpan untuk besok. Di dapur masih banyak.

Ini salah satu penjelasan yang masuk akal, kenapa para milyuner (apalagi yang memiliki wealth consciousness, yang benar benar bermental kaya), tidak kemudian jatuh miskin meskipun mereka tiada henti mengeluarkan uang dalam jumlah banyak pula.

Memberi mengaktifkan kran rejeki

Setelah tahu semua itu saya malu sekali kepada Tuhan. Saya malu pernah berpikir bahwa kalau saya memberi nanti, saya justru tidak kebagian. Saya malu kepada Tuhan karena pernah sempat berpikir Dia kurang menyayangi saya dengan cuma memberi saya harta yang sedikit.

Rupanya gelas susu saya masih penuh dengan susu basi selama ini, sehingga Tuhan tidak bisa menuangkan susu segar untuk saya lebih banyak lagi. Tuhan masih menunggu saya mengosongkan gelas saya.

Sesudah membaca buku itu semalaman, keesokan harinya saya berikan satu lembar uang Rp.50.000an, satu-satunya milik saya saat itu, kepada orang pertama yang menggerakkan hati saya untuk memberi hari itu.

Kebetulan orangnya adalah si Bibi tukang cuci harian saya sendiri, yang pagi itu bermandikan keringat ketika menyelesaikan pekerjaannya.

Sebelumnya saya tidak pernah memperhatikan hal ini, biasanya saya selalu berpikir, "Wajarlah dia bekerja keras. Itu kan pekerjaannya. Kalau mau sukses, ya memang harus mau kerja keras, dan toh saya sudah bayar gaji dia sesuai perjanjian."

Saya lupa, bahwa kalau saya saja yang bergaji 5 kali lipat darinya masih (merasa) kekurangan, apalagi dia.

Saya juga tidak paham saat itu, kalau bekerja keras memang salah satu kunci sukses, seharusnya pembantu saya itulah, dan para pembantu-pembantu lainnya di negeri ini, yang jauh lebih sukses dari saya.

Setiap hari, mereka, para pembantu, jungkir balik tiada henti bekerja keras, tiada habisnya melayani kemauan majikan mereka dari bangun tidur sampai tidur lagi.

Maka saya tarik lembaran uang tadi dari dompet dan saya berikan padanya. Jumlah sedekah paling besar yang pernah saya berikan pada seseorang di luar keluarga saya saat itu.

Saya merasakan rasa bahagia luar biasa, air mata haru nyaris tidak terbendung ketika melihat si Bibi ternganga melihat uang yang saya sodorkan untuknya, dan senyum bahagianya sesudah itu.

Alangkah senangnya hati saya saat itu. Bisa membuat senang orang lain. Saya berpikir mungkin ini yang disebut sebagai imbalan berlipat ganda. Sebuah perasaan nikmat dan bahagia yang tidak ternilai karena telah membahagiakan orang.

Tapi ternyata saya salah lagi, imbalan 10 kali lipat yang dijanjikan Tuhan itu, bukan ibarat, peribahasa atau metafora saja. Tapi benar-benar nyata, konkrit dan real. Meskii, tidak selalu langsung diberikan-Nya.

Hanya seminggu berselang, saya mendapat surat dari bisnis MLM yang saya tekuni selama ini dan selalu seret, bahwa tiba-tiba transaksi grup saya melonjak naik. Sehingga bulan itu saya mendapat pasif income dari komisi sejumlah, berapa coba tebak?, benar, angkanya sekitar itu. Tepatnya Rp. 515.750,-. Itu jumlah komisi bersih yang saya terima dari hasil grup bulan itu. (Sepuluh kali lipat dari sedekah saya hanya seminggu sebelumnya).

Coba bayangkan, setelah dua tahun bergabung, dan tidak pernah mendapat hasil selain dari selisih harga beli dan jual produk, bulan itu saya dapat komisi, benar-benar sebuah penghasilan pasif.

Dan walau saat itu akhir bulan, uang sudah sangat menipis di dompet saya, (uang paling besar sudah saya berikan orang), ternyata kami sekeluarga masih bisa makan seperti biasa. Ada saja caranya. Rental komputer kami minggu itu mendadak jadi ramai sekali pengunjungnya dan penghasilan tidak terduga kami sangat sangat lumayan.

Tuhan benar sudah mengatur semuanya untuk menjaga mereka yang mempercayai-Nya.

Nah itu awalnya. Sesudah tahu satu "rahasia kecil" ini, tidak terbendung lagi aliran kran rejeki saya. Tapi dengan satu catatan, bahawa saya tidak pernah berhenti memberi.

Karena, sekali kita berhenti memberi, maka aliran rejeki itu juga akan tersendat lagi.

Anda akan selalu mendapat lebih banyak

Semakin banyak Anda memberi, semakin banyak yang akan Anda terima.

Dari hitung-hitungan bodoh-bodohan kita tadi, paling tidak 10 kali lipatnya yang akan kembali kepada kita.

Coba, mana ada investasi lain yang memberikan pengembalian lebih besar dari ini? Yang mendekati saja tidak ada.

Nah, karenanya, rahasia inilah yang harus dipahami siapapun yang ingin menaikkan kesejahteraan ekonomi mereka.
Siapapun, miskin atau kaya, kalau ingin kaya atau makin kaya, harus mau (berani) memberi.
Karena betapapun miskinnya mereka, mereka akan terus miskin, atau bahkan semakin miskin, selama mereka masih belum berani memberi. Belum berani memberi, secara spiritual, sama artinya dengan belum siap mengakui kekayaan Tuhan, yang berarti belum siap juga menerima kekayaan dari-NYA.

Anda tidak perlu memberi banyak. Karena berapapun yang Anda berikan, akan dikembalikan kepada Anda 10 kali lipat.

Dengan memakai hukum ini, penghasilan Anda yang kecil justru akan jadi membesar bila diberikan. Katakan penghasilan harian Anda cuma Rp. 20.000,- atau kurang, Anda bisa kan menyisihkan barang seribu rupiah untuk memberi orang lain?

Anda harus berpikir bahwa Anda kaya, dan sanggup memberi, maka Tuhan akan mempercayakan kepada Anda jumlah kekayaan yang lebih besar lagi.

Jadi semakin banyak kita memberi, semakin banyaklah yang kembali kepada kita.

Bahkan memberilah kunci yang menjadikan seseorang selalu hoki dan bernasib baik.

Baca selengkapnya di sini kalau Anda ingin selalu "lucky" atau beruntung/bernasib baik.

Harap diingat, imbalan atau pengembalian dari pemberian ini tidak bisa kita duga kapan dan dari mana datangnya. Itu semua terserah Tuhan, jalan apa yang akan dipakai-NYA untuk mengganjar kita. Tapi, dan inilah yang namanya IMAN, kita yakin dan tahu bahwa Tuhan pasti akan menepati janji-NYA (dalam hal apapun, termasuk) untuk membalas 10 kali lipat pemberian kita tadi.

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah pasti akan menggantinya dan DIA-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.
~ Q ur'an: Surat Saba': 39 ~

Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.
~ Qur'an: Az-Zumar: 20 ~

Di halaman berikutnya, saya akan bahas bagaimana memberi dengan cara yang sebaik-baiknya sehingga efektif menjalankan perannya membuka kran rejeki kita.

Serta akan dibahas juga tentang siapa yang bisa kita beri dan apa yang bisa kita berikan.
By GIVING, you are showing the Universe that you are RICH now and are ready to receive more RICHES. Believing in God's bounty will make you even more bountiful.
Dengan mau berbagi milik Anda, dengan memberi, Anda menunjukkan kepada Sang Empunya Alam bahwa Anda sudah kaya saat ini juga, dan karenanya siap menerima kekayaan yang jauh lebih besar lagi. Meyakini kekayaan tidak terbatas Tuhan, akan membuat kekayaan Anda tidak terbatas juga.
~ S uksesTotal.com ~
source : www.suksestotal.com/rahasia-sukses-terbesar-bag2.html

0 komentar:

Poskan Komentar

APA PENDAPAT ANDA TENTANG ISI ARTIKEL DI ATAS..??
Silahkan menulis komentar anda, trims.

 
Blog SIEF © 2010 | Designed by Blogger Hacks | Blogger Template by ColorizeTemplates