Popularitas seorang pemain diukur dengan patokan-patokan obyektif. Kiper dinilai dari sepak terjangnya dalam penyelamatan gawangnya, bek dilihat seberapa banyak dia mampu menahan serangan lawan, gelandang dievaluasi kemampuannya mengirim assist, sedangkan striker dengan jelas menunjukkan jumlah golnya. Jelas pasti bisa diukur. Untuk menilai prestasi tim atau pemain, bukan fanatisme klub yang dipentingkan. Bila perlu ulasan tentang yang terbaik itu dibandingkan dengan para pesaingnya. Maka akan terlihat dengan jelas perbedaan diantara mereka.
Kita harus banyak belajar dari sepak bola. Dunia yang sportif, lebih mementingkan nilai-nilai positif ketimbang hal-hal yang bernilai negatif. Apalagi jika kita memiliki status tokoh masyarakat atau seorang public figur yang seharusnya memberikan contoh atau teladan yang baik. Seharusnya ada patokan yang jelas yang mampu dilihat oleh semua orang bila kita ingin menilai kualitas seseorang.
Lihat bagaimana kehidupan Anda saat ini. Apakah Anda mendapatkan peringkat baik di sekolah atau kampus Anda? Apakah Anda mendapatkan penilaian baik dari atasan Anda? Apakah keluarga Anda sungguh-sungguh merasakan kebahagiaan karena perbuatan Anda? Apakah Anda mendapatkan kejuaraan dalam kompetisi yang Anda ikuti?
Renungkan :
Raihlah sebanyak mungkin prestasi yang bisa Anda lakukan, maka dengan sendirinya Anda akan memiliki nilai yang meningkat.